Jalan Berliku Menuju FK

Keinginanku untuk menjadi dokter dimulai sejak aku masih kecil (wajarlah, semua anak kecil kalo ditanyain “adek kalo besar mau jadi apa?” pasti kebanyakan anak kecil jawabnya “pengen jadi dokterrr :D” hehe). Oke, flashback dikit yaaah. Mengingat masalalu, xixixi. Ketika dulu, aku masih duduk dibangku MI atau nama umumnya SD, mapel Matematika dan IPA ku selalu dapat nilai bagus. Sejak itulah, kedua orang tuaku mendukungku untuk menjadi dokter.

Pada tahun 2008, setelah lulus MI hendak melanjutkan ke jenjang SMP, aku bertekad untuk mondok. Tapi aku pingin Mondok yang bisa sekolah di SMP Negeri, jadi semua dapat. Ilmu Agama lancar, ilmu umum juga ga ketinggalan. Setelah cari-cari info, dan akhirnya nemu juga Pesantren yang bisa sekolah di SMP Negeri, yaitu Pondok Pesantren Sunan Ampel Jombang. Ketika kedua orang tuaku survei ke Pondok Pesantren Sunan Ampel dan tanya-tanya tentang SMP Negeri yang berlokasi dekat Pondok Pesantren Sunan Ampel, ada 2 SMP Negeri yang juga sama-sama dibilang SMP Favorit menurut wong Njombang. Yaitu SMP Negeri 1 Jombang dan SMP Negeri 2 Jombang. Masing-masing sekolah tersebut memiliki keunggulan tersendiri, SMPN 1 Jombang terkenal dengan kelas Akselerasinya sedangkan SMPN 2 Jombang memiliki kelas RSBI meskipun pada saat saya mendaftar adalah tahun pertama pembukaan kelas RSBI, tetapi Best of the Best dari keduanya adalah SMPN 2 Jombang (versi wong Njombang). Dengan semangat dan tekad yang membara, aku daftar di kelas RSBI yang baru pertama dibuka di SMPN 2 Jombang ini. Berbagai macam prosedur seleksi masuk(sekitar 5 hari) telah aku lalui. Dan alhamdulillah, kabar gembira.. Aku diterima di kelas RSBI SMPN 2 Jombang, yang masih membuka 2 kelas pada saat itu. Singkat cerita, setelah menyelesaikan pendidikan SMP, aku bercita-cita melanjutkan belajar di SMAN 2 Jombang. Menurut versi wong Njombang, SMA Favorit yang ada di Jombang antara lain SMAN 2 Jombang, SMAN Mojoagung dan SMAN 3 Jombang. Diantara ketiganya, yang berlabel RSMABI (Rintisan SMA Bertaraf Internasional) adalah SMAN 2 Jombang dan SMAN Mojoagung sedangkan yang berlabel sekolah Favorit dengan kelas Akselerasi satu-satunya di kabupaten Jombang adalah SMAN 3 Jombang. Melalui berbagai rintangan, akhirnya aku gagal diterima di SMAN 2 Jombang, tapi alhamdulillah aku masih diterima di SMA Favorit juga, yakni SMAN 3 Jombang yang dikenal dengan kelas Akselerasi serta Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional.

Meskipun aku bertempat tinggal dilingkungan pesantren sekitar 6 tahunan, bukan berarti seorang Santri tidak bisa jadi Dokter loh yaaa. Banyak kok alumni santri Pondok Pesantren Sunan Ampel yang sudah menjadi dokter. Disamping belajar agama, aku tetap bertekad untuk mengejar cita-citaku yang juga menjadi cita-cita keluargaku, menjadi Dokter šŸ™‚ Memang agak berat sih, belajar kedua-duanya. Belajar di pondok dan belajar di sekolah, tapi aku masih tetap semangat. Meskipun terkadang, aku dipanggil Wali Kelas karena nilai ulangan harianku sering mendapat nilai dibawah KKM. Sampai-sampai, ada guruku yang mengejekku dan mengejek Pondok ku gara-gara hal itu. Aku sering mendapat nilai dibawah KKM bukan karena aku tidak mampu dalam hal pelajaran, hanya saja aku masih belum bisa beradaptasi antara kehidupan di Pesantren dan kehidupan dirumah dulu. Dan dengan ejekan itu, aku mulai bangkit! Aku harus menunjukkan bahwa sebenarnya aku mampu.

Saat aku duduk dibangku kelas X di SMAN 3 Jombang aku jatuh sakit, yang mengharuskan aku menjalani pengobatan selama sekitar 1 Tahun penuh tidak boleh terputus walau hanya sehari. Hampir tiap bulan aku pulang ke Sidoarjo, aku harus kontrol ke Dokter yang menangani penyakitku. Tetapi, walau seberat apapun tetap aku jalani dengan sabar dan ikhlas. Akhirnya setelah menjalani pengobatan selama 1 tahun penuh, penyakitku sembuh. Sejenak aku galih apa sih yang menjadi hikmah dari musibah tersebut?.. dan Alhamdulillah, melalui penyakit tersebut aku bisa berkenalan lebih dekat dan bertanya bagaimana saja tips-tips belajar masuk FK kepada dokter Spesialis yang menangani penyakitku saat itu.

Setelah lulus dari SMAN 3 Jombang (2014), kini saat yang ditunggu-tunggu. Apalagi kalo ga FK? hehe. Mulai dari gelombang paling awal (SNMPTN) hingga gelombang paling akhir (Jalur Mandiri), aku ikuti semua seleksi yang berbau FK. Tetapi apalah daya, mungkin Allah menginginkanku agar lebih berusaha dan bekerjakeras lagi.

Dan alhamdulillah, meskipun aku gagal masuk FK tahun 2014, aku diterima di prodi S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat di UNUSA. Ketika itu ibuku berpesan, “Nak, apapun profesimu, apapun jurusanmu, jalani dengan ikhlas dan sabar, meskipun itu bukan kehendakmu. InsyaAllah Allah meridhoimu nak”. Aku mengIYAkan pesan ibu, aku jalani perkuliahan di prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat dengan ikhlas dan sabar, meskipun cita-citaku sebenarnya bukan seorang SKM. Abahku juga berpesan, menyuruhku agar bisa membagi waktu untuk belajar di IKM dan belajar guna persiapan seleksi masuk FK tahun depan (2015). Aku turuti juga pesan abahku.

Tak terasa, 1 semester telah terlalui di prodi IKM. Dan alhamdulillah, dengan segala usaha dan kerja keras, aku menerima KHS dengan Predikat A.Ā Belum begitu puas dengan Hasil Belajarku di IKM meskipun aku memperoleh predikat A, aku masih mengejar cita-citaku, disela liburan semesterku aku gunakan untuk belajar persiapan masuk FK.

Tak kusangka, di bulan Januari 2015 sudah dibuka PMB Pendidikan Dokter di FK UNUSA, akupun langsung memberi tahu kepada kedua orang tuaku. Mereka dengan serentak menyuruhku untuk segera daftar dan segera mempersiapkan diri untuk Tes PMB FK. Tapi pertamanya aku masih belum bisa menerima atas saran kedua orang tuaku, karena pada saat itu biaya pendaftaran PMB saja sekitar 850k. Nominal yang cukup banyak bagiĀ mahasiswa,Ā meskipun bakalan dibayarain sama orang tua juga sih šŸ˜€ Aku berpikiran agar dengan nominal sebanyak itu aku gunakan untuk membeli buku-buku latihan soal persiapan SMBPTN atau Mandiri saja. Tapi kedua orang tuaku tetap bersikeras.Ā Tentu aku harus menuruti sarannya, aku tidak mau menyakiti hati kedua orang tuaku walau tetap kuterima dengan berat hati, jujur aku males banget buat daftar, aku baru ngisi form pendaftaran aja pada hari terakhirĀ masa pendaftaran. Oke, keperluan administrasi pendaftaran sudah fix. Waktu tes tinggal 2 hari, aku persiapkan semua, mulai kemapuan akademis, menjaga tubuh agar tetap prima, tentu faktor Spiritual juga harus aku tingkatkan. BISMILLAH aku jalaniĀ saran kedua orang tuaku, aku hanya ingin mencari RidhoMu ya Allah dan juga Ridho Kedua orang tuaku. Waktu yang ditunggu-tunggu sudah datang, Sabtu, 31 Januari 2015. Sebelum berangkat tes, aku berpamitan dengan kedua orang tuaku, seperti biasa mencium tangan abah, cipika cipiki, lalu abah memegang kepalaku sambil meniup di rambutku *sambil baca doa*. Kemudian aku mencium tangan ibu, cipika cipiki, dan yangĀ masih aku ingat sampai saat ini bahawa saat itu ibu berkata padaku, “berangkatlah nak, aku meridhoimu untuk tes hari ini, semoga sukses nak”, kata-kata pertama yang baru aku dengar selama mengikuti tes masuk FK.Ā Lalu beliau juga berpesan agar aku banyak berdoa, doa yang beliau pesankan adalah “Robbis Rohli Shodri Wayassirli Amri Wahlul Uqdatammil Lisani Yahqohu Qohuli, Aamiin” meminta kepada Allah agar tidak gerogi ketika tes, agar diberi kemudahan.

Perlu diketahui bahwa aku ikut tes PMB kali ini tak ada satupun teman IKM yang mengetahui, aku memilih untuk diam daripada mereka mengetahui aku ikut tes tetapi aku tidak diterima, malu banget pastinya. Sampai-sampai seusai tes PMB berlangsung aku menyobek daftar nama peserta tes PMB yang tertempel di Papan Pengumuman saat itu agar tidak ada satupun teman mahasiswa yang tahu bahwa aku mengikuti tes PMB ini.

Jumat, 6 Pebruari 2015 hari yang kutunggu. Apalagi kalau bukan pengumuman PMB? Setelah sholat jumat aku putuskan untuk tiduran sambil scrolling sosmed, eh tiba-tiba ada teman yang sama-sama ikut tes PMBĀ Ā ngechat aku, memberi tahu bahwa aku diterima di FK UNUSA, aku sempat tidak percaya, aku anggap dia cuma bercanda. Lalu aku coba akses laman PMB UNUSA, eh ternyata dia benar, aku diterima di FK UNUSA Gelombang 1 tahun akademik 2015/2016. Subhanallah Walhamdulillah Walaa ilaaha illallah Allahu akbar. Aku memutuskan untuk mengundurkan diri dari prodi IKM semester 2 kali ini. Padahal aku sudah KRS-an untuk semester 2 di IKM, sudah bayar DOP semester 2 pula *hiks* tapi untungnya uang DOP semester 2 yang sudah terlanjur terbayar masih bisa dikembalikan. Lumayan bisa buat beli buku-bukuĀ FK šŸ˜€

Kesimpulan, maju terus pantang mundur hai para pejuang FK!

Quotes of this Post:

“Kita hanya bisa berusaha, dan Allah lah yang menentukan. Kehidupan ini sudah ada skenarionya, Allah tidak melihat kesuksesan kita, tetapi Allah menilai dari usaha kita, seberapa besar usaha dan kerja keras kita.Ā Ridho Allah berada pada Ridho kedua orang tuamu, maka jangan sekali-kali menyakiti hati beliau.”

Iklan